TVRI Pekanbaru meliput Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di SMP Cendana Rumbai

SMP Cendana Rumbai mendapat kunjungan dari tim Liputan TVRI Pekanbaru yang dimotori oleh saudara Ani. Selain melihat langsung bagaimana pelaksanaanPembelajaran Tatap Muka Terbatas di SMP Cendana Rumbai, juga diadakan wawancara dengan kepala SMP Cendana Rumbai yaitu Bapak Drs. Syahrul, M.M.

Dalam wawancara, TVRI menanyakan mengenai persiapan yang dilakukan sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan covid-19 di Pembelajaran Tatap Muka Terbatas. Kepala SMP Cendana Rumbai yang didampingi oleh Bapak Drs. Hamsah, M.Pd dan Bapak Drs. Riswandi, M.Pd, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas harus mendapat izin dari Pemerintah Kota Pekanbaru, Dari Dinas Pendidikan Kota, izin dari EMT PT. Pertamina Hulu Rokan dan yang izin dari orang tua. Setelah mendapat izin tersebut, sekolah harus menyiapkan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, yang terbagi menjadi 2 persiapan.
Pertama protokol kesehatan yang disiapkan oleh orang tua mulai berangkat dari rumah, memakai masker, selalu menjaga jarak termasuk di mobil, membawa handsanitizer dan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan ketika PBM berlangsung agar siswa tidak saling meminjam. Kedua Sampai di gerbang sekolah siswa turun dari mobil dengan tetap memakai masker dan menjaga jarak dengan siswa lain yang akan masuk pekarangan sekolah, lalu siswa mencuci tangan, mengeringkan dengan alat pengering atau tisu yang sudah disiapkan sekolah. Selanjutnya siswa diukur suhu tubuh, bila di bawah 37 derajat maka siswa dibolehkan masuk ruangan belajar sesuai arah yang sudah ditentukan, bila didapati siswa dengan suhu tubuh di atas 37 derajat,maka siswa tersebut akan diminta untuk pulang dan belajar secara daring dari rumah. Begitu juga dengan keadaan di ruangan belajar, kelas hanya diisi sejumlah 15 sampai 18 siswa dengan jarak tempat duduk 1 ½ m tiap siswa. Waktu belajar hanya 3 jam dengan 3 mata pelajaran setiap harinya. Disetiap kelas, toilet dan ruangan lainnya sudah disiapkan semua sarana dan prasarana yang dibutuhkan sebagai jaminan kesiapan prokes covid 19. Selesai belajar siswa kembali pulang yang dijemput oleh orang tua dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.







