Kepala SMP Cendana Pekanbaru, Drs. Syahrul, MM menjadi narasumber pada acara Riau Cemerlang TVRI
Sudah hampir satu tahun sekolah-sekolah di Indonesia melakukan proses pembelajaran online (daring) dikarenakan Pandemi Covid-19. Transisi proses pembelajaran yang berlangsung secara tatap muka dan sekarang dilaksanakan secara online membuat banyak sekolah serta tenaga pendidik membutuhkan kerja ekstra untuk mempersiapkan media pembelajaran yang akan di sampaikan secara online. Namun di SMP Cendana Pekanbaru, proses pembelajaran online sudah pernah dilakukan saat bencana asap di Riau beberapa waktu lalu yang mengharuskan seluruh masyarakat agar tidak keluar rumah. Seluruh guru mempersiapkan media pembelajaran untuk dibagikan kepada siswa melalui WhatsApp.
Berkaca dari kondisi asap saat itu, SMP Cendana Pekanbaru sudah memulai melakukan workshop pembelajaran online kepada guru-guru bersama dengan Kepala Bidang IT Yayasan Pendidikan Cendana Riau. Salah satu aplikasi pembelajaran online yg di gunakan adalah schoology. Guru sudah dikenalkan dan di minta agar bisa menggunakan aplikasi tersebut dalam proses pembelajaran meskipun saat itu bukan dalam kondisi bencana asap ataupun pandemi. Dengan begitu, guru sudah dibiasakan untuk membuat media pembelajaran online.
Sampai pada akhirnya pertengahan bulan maret 2020, pandemi covid-19 mengusik semua sektor kehidupan tidak terkecuali sektor pendidikan. Guru-guru di SMP Cendana Pekanbaru langsung menerapkan proses pembelajaran online melalui aplikasi schoology. Mulai dari absensi siswa, memasukkan seluruh media pembelajaran baik modul, powerpoint, hingga video pembelajaran, pemberian tugas, pemeriksaan tugas, ulangan harian, hingga ujian PTS dan PAS di input dan di proses menggunakan aplikasi tersebut.
Dan saat ini, sekolah-sekolah kembali di hadapkan dengan adaptasi kebiasaan baru yang akan dilaksanakan jika nanti tatap muka terbatas untuk sekolah-sekolah sudah mulai dilaksanakan. Kembali SMP Cendana Pekanbaru sebagai salah satu dari SMP Swasta di Pekanbaru sudah lebih awal mempersiapkan segala macam check list yg harus di siapkan sekolah untuk menuju adaptasi kebiasaan baru. Seperti yang telah disampaikan oleh Kepala SMP Cendana Pekanbaru, Bapak Drs. Syahrul, MM pada dialog bersama TVRI, Rabu (3 Februari 2021), “SMP Cendana Pekanbaru telah menyediakan lebih dari 38 sarana cuci tangan, handsinitizer, sabun cuci tangan, masker, dan alat-alat kesehatan lainnya yang menunjang untuk adaptasi kebiasaan baru. Sekolah juga sudah mengatur jarak tempat duduk dan mengurangi jumlah siswa setiap kelasnya menjadi 18 siswa serta mengatur jadwal masuk siswa agar tidak terjadi penumpukan dan proses pembelajaran tetap berjalan sesuai protokol kesehatan. Insyaallah Cendana Siap untuk melaksanakan tatap muka terbatas jika sudah mendapatkan izin dari Dinas Pendidikan dan PT. Chevron Pacific Indonesia.”







